Showing posts with label Puisi Benci. Show all posts
Showing posts with label Puisi Benci. Show all posts

Thursday, October 25, 2012

Jawabannya Hanya Waktu

Tetes sesal penuh dosa
Aaaah........ basi!!!
Pergi kau dari hidupku
Kau tlah bekukan hatiku
Kau tlah kurung pikiranku

Bualan bualan mu kaku
Janji janji mu semu
Tidak.....!!!
aku takkan tertipu

Jurus tipu dayamu
Aaaah....... aku sudah tau
Enyah kau penipu

Aku akan tentukan nasibku
Jangan kau merengek
Aku takkan tergoda

Aku mampu...
Berdiri diatas kakiku sendiri
Ya.... jawabannya hanya waktu
Catat itu!

Saturday, October 13, 2012

dendam kebencian

jangan kau kembali bercinta denganku
kudengar namamu ku taksudi lagi ku tak sudi lagi tak sudi lagi
sakit hati ini belum terobati dendam hidup ini
kan kubawa mati kan kubawa mati
ku bawa mati hancurnya hidupku
karna bujuk rayumu gelapnya dunia ku
karna perbuatanmu sebagai manusia
tidakkah kau pikirkan perasaan iba
dan merasa kasihan semoga saja yang maha kuasa
membuka jalan hidupmu jangan kau kembali
bercinta denganku kudengar namamu
ku taksudi lagi ku tak sudi lagi tak sudi lagi
hancurnya hidupku karna bujuk rayumu gelapnya dunia ku
karna perbuatanmu sebagai manusia
tidakkah kau miliki perasaan iba
dan merasa kasihan semoga saja yang maha kuasa
membukajalan hidupmu jangan kau kembali
bercinta denganku mendengar namamu
ku taksudi lagi ku tak sudi lagi tak sudi lagi
sakit hati ini kan kubawa mati
kan ku bawa mati ku bawa mati.............

Monday, November 28, 2011

TERJERAT DUSTAMU

Aku yang di sini menunggu
ternyata hanya sia sia
kau tak pernah tau
kalau saat ini aku sangat terluka

Kau memang milikku
tapi hatimu bukan untukku
akupun terlanjur jauh mencintaimu
dan tak bisa tuk meninggalkanmu

Begitu kuatnya kau pengaruhi aku
hingga aku tak bisa merasakan
apa yang kau lakukan padaku
dan akupun terlena karenamu...

BERHENTI SAJALAH

Anggap saja semua ini memang hanya sampah
tak sepantasnya pula , aku hadir dalam hidupmu
bersamamu , denganmu
ibarat setetes mata air yang terombang ambing ditengah lautan
berharap dapat bertemu terumbu karang ditepi dasar jurang samudera matamu


Detik demi detik dalam karamnya waktu yang membisu
aku hancur sendiri dalam mati rasa-rasaku
dan semua yang terlanjur tertelan pahit
mahu tak mahu juga , semua ini memang harus ku akhiri
jalan semakin terasa panjang nan jauh
dan aku yang sudah merasa letih dan lumpuh
tak sanggup tuk lebih jauh lagi langkah yang harus ku tempuh
berhenti sajalah ,
atau setidaknya aku sudah muak tuk terus berdiam diri disini
maaf , aku yang harus jujur
sesungguhnya aku tak pernah bisa menyayangimu
ku tahu ini menyakitkan bagimu
tapi terima saja kenyataannya
sebelum kita lebih jauh lagi berjalan
baiknya kau dan aku , cukup sampai disini .

Tarling Cirebon "JALUK IMBUH"