Showing posts with label Puisi Kehidupan. Show all posts
Showing posts with label Puisi Kehidupan. Show all posts

Saturday, February 9, 2013

Aku Bersujud

Dalam hening, kucoba merenung
Dalam diam, Kucoba temukan jawaban
Seberapa dalam cinta yang telah aku berikan
KepadaMu ..... Ya Alloh

Jiwa Ini selalu bergetar
Saat mendengar suaraMu di perdengarkan
Kucoba Patikan semua Rasa
Kutetapkan hati, untuk melangkahkan kaki
Menuju Pintu RumahMu

Dalam Diam kusebut NamaMu
Dalam Sujud ku mohon AmpunanMu
Aku takkan bisa sembunyi............

Tentang Aku Dan Kamu

Langkahku terhenti saat hati mulai mencair karena rindu…
Tataplah mentari, karena hari ini semuanya harus kita akhiri
Genggamlah jariku, karena mungkin kita tak mungkin kembali ke masa-masa ini…
Peluk tubuhku ini, karena sungguh… aku ingin..

Pertama ku sentuh warnamu, saat hati ini gersang, penuh dengan debu….
Sperti Oase yg bangkitkan hasrat untuk berbagi angan.. kamu hadir bawakan aku Cinta..
Kamu buat aku tertunduk, merenung, dan menatap jauh ke dalam mata indahmu
Sungguh.., aku telah tenggelam dan hanyut dalam lautan cinta terlarang ini..

Saat kututup mataku, terbersit keinginan untuk bawa kamu jauh kedalam kehidupanku
Saat kuyakinkan hati ini bahwa kamu mampu bertahan dengan semua keadaanku saat ini
Selalu ada sesuatu yang memaksa aku berfikir kembali untuk melangkah lebih jauh
Sampai di Titik ini, aku harus menjawab… mengapa hatiku sering bimbang

Jujur…. dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam.. aku katakan…
Aku sayang kamu…… Aku cinta Kamu… Aku akan selalu rindu padamu…..
Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada padamu
Hingga buatlah kamu benci padaku karena perasaanku ini…

Des 11, kita putuskan untuk arungi lautan yg penuh gelombang ini bersama-sama
Berbekal hati yg terluka, coba abaikan sakitnya, penuh harap, gantungkan angan diangkasa…
Walau hampir basah pipi ini dengan air mata tak percaya…
Getir…. Saat kau ucapkan setiap kata yang terbungkus cerita tentang kamu dengan dia…

Tapi sudahlah, aku bisa terima semua itu…
dan berharap,
tak ada lagi cerita yg keluar dari bibirmu tentang masa lalumu itu,
karena aku masih ingat jelas rasa sakitnya…

Sejak saat itu, hariku tak lagi membosankan…
Sejak saat itu, ada wajah dan warnamu dalam setiap ruang di hati dan fikiranku
Ada senyummu, pandanganmu dan suaramu di sela-sela aku menghela nafas…
Sungguh, kamu begitu memberi arti di dalam kisah hidupku

Sampai kusadari, aku bukanlah orang yang kau cari…
Aku bukanlah pangeran dalam mimpimu…
Aku bukanlah pembawa bahagian di masadepanmu,
Aku hanya seorang pemimpi, yg dapat halangi kamu untuk temukan belahan hatimu yang lain..

Aku tak bisa menjadi tanpa batas dimatamu…
Akupun Kadang tak bisa selalu ada disisimu saat kamu butuh aku..
Aku tak bisa janjikan waktu-waktu indah untuk kamu,
Aku sadar benar, semua ini menyiksamu… aku dan kenangan-kenangan kita

Bila kita tak mungkin lagi bersatu,…
Sungguh….
Aku akan tetap berusah selalu ada untuk kamu,
Walau tak mungkin lagi hatimu utuh untukku..

Semoga kamu temukan cinta sejatimu, tanpa batas… hingga dunia tau….
Sesungguhnya ada ruang di dalam mata indahmu..
Ruang yang hanya pantas diisi dengan cinta tulus dengan hati…
Aku Cinta Padamu…

Terima kasih, untuk semua sayang dan cintamu.. yg membuat aku akan sangat kehilanganmu..
Jangan lupakan aku.. sungguh, kisah ini jadi penggalan manis dalam hidupku,
Walau kita cukup sampai disini….
Mungkin, Sampai aku kembali lagi…

Mungkin…

Thursday, October 25, 2012

" Curah Seorang Penyair "

Bebas bercurah seorang penyair
Tersandung terbentur bahasa dan norma
Meninabobokan kepiluan yang menerpa
Mencari empati dan simpati

Kadang senyum karena laku sendiri
Sering juga menangis meratapi
Memanjakan sepi dihati

Mengorek ngorek masa lalu yang penuh pilu
Harap bahasa dan istilah bertambah
Yang kadang bikin orang bingung tuk menyikapinya
Mencari cari jiwa yang bisa mengerti dirinya
Mencari udara yang bisa menyegarkan fikirannya
Tuk berharap dunia mendengar teriakannya

Misteri Kehidupan

Aku seorang insan ...
yang tenggelam dalam lautan kesedihan
Kuratapi lautan pedih dan kucoba tuk renungi
Hingga tanpa sadar
akupun menikmati riak ombaknya
dan deru anginnya lautan itu
Hingga bawah sadar otakku mengatakan...
Lautan kesedihan tlah bawa aku
ke samudera kebahagiaan
hingga ku bisa berenang
dan mampu arungi deburan gelombang sedu sedan kebebasan
bebas tiada beban ..
bermain berteriak meneriakkan perih sepi
pada samudera yang tiada tepi
Betapa tertakjubnya diriku
dibalik lautan kesedihan..
tersimpan begitu banyak misteri kebahagiaan

Sang Penjual Kebenaran

Manusia yang merasa orang adalah binatang

Binatang yang seperti orang adalah monyet

Monyet - monyet yang merasa orang adalah mereka yang berkumpul untuk merencanakan kesalahan

Kemudian dikemas dengan sampul kebenaran

Untuk menutupi kedustaan secara berjama'ah lalu mencari pembenaran kepada sebagian masyarakat luas

Adalah perbuatan binatang.......

Hanya monyet - monyet saja yang bisa berbuat demikian......

Lalu mereka gemar merampas hak - hak orang lain tanpa sudi untuk memberi.........

Sunday, October 21, 2012

Makna Hidup

Orang bilang,
manusia akan mengerti makna sehat, ketika dia jatuh sakit
manusia akan mengerti makna waktu, ketika dia tengah terdesak
manusia akan mengerti makna uang, ketika dia jatuh miskin
manusia akan mengerti makna cinta, ketika dia tengah patah hati
manusia akan mengerti makna sahabat, ketika sahabatnya telah tiada
manusia akan mengerti makna ilmu pengetahu, ketika pekerjaan menolaknya
manusia akan mengerti makna kebersihan, ketika lingkungannya kotor dan bau
manusia akan mengerti makna usia, ketika dia tengah beranjak tua
namun,
apakah manusia perlu mati terlebih dahulu untuk mengerti makna hidup??

Saturday, October 13, 2012

Sombong Tiada Berguna

Sebelumnya aku masih berfikir bahwa istilah di atas langit masih ada langit hanya sekedar sebuah kiasan saja, namun setelah aku sendiri mengalami berada pada ketinggian tertentu, nampak jelas bahwa memang di atas langit masih ada langit.
Dulupun aku berfikiran bahwa dimata Tuhan semua sama adalah hanya sebuah ungkapan saja, tetapi seperti sebelumnya pada ketinggian tertentu memang semua terlihat sama tak ada bedanya.
Dari sanalah timbul kesadaran bahwa manusia dengan kelebihan yang ada memang tak berguna bila memiliki sifat sombong, karena semewah rumah yang dimiliki, sebanyak apapun kendaraan yang dipunyai, seluas apapun tanah yang dimiliki, dari atas kelihatan sama bahkan hanya sebuah titik kecil.
Dari atas yang nampak jelas adalah sungai, laut, pegunungan yang adalah benar-benar ciptaan Tuhan, sedangkan buatan manusia seperti jalan raya, perumahan, bangunan besar hanya nampak titik saja, disinilah terlihat bahwa, betapa tak berartinya kita jika kita hidup menyombongkan diri.
Apalagi yang kita miliki di dunia ini adalah sementara yang akan usang dimakan waktu atau hilang ditelan bencana, alias tak ada yang abadi, semuanya akan kembali ke asalnya, yang dari batu kembali menjadi batu yang dari tanah kembali menjadi tanah.
Bersyukurlah dan pergunakan pemberian Tuhan dengan sebaik mungkin karena hanya itulah yang bisa kita pertanggungjawabkan kelaka kepada Tuhan.

Tuesday, October 9, 2012

Tentang Hidup

Kita selalu menginginkan yg terbaik dari hidup.
Namun apakah hidup mau berkehendak berdasarkan kehendak kita?

Kita selalu menyalahkan hidup atas luka yg kita terima
Tapi apakah hidup pernah protes dgn onar yg kita buat atasnya?

Berjalanlah kawan, dengan kepala sedikit tertunduk, namun tetap melihat kedepan, dan lihatlah bahwa hidup tak pernah benar-benar sekejam yg anda bayangkan.

Ketika anda terjatuh dan bahkan sampai harus terpuruk, selalu tanamkan satu hal dalam hati anda, bahwa serendah apapun anda terinjak-injak dalam hidup, itu adalah salah satu cara Tuhan untuk mengangkat derajat kita dihadapanNYA.

Jangan marah atas luka yang anda terima, karena disetiap luka, akan ada hikmah hidup yg anda dapatkan.
Tak ada yg sia-sia dari setiap detail kehidupan ini, kita sendirilah yg selalu membuat segala sesuatu dalam hidup ini menjadi sia2.

“Innallaha ma ‘asyabirin”
Bahwasanya Allah selalu bersama dgn kita yg sabar.

Jangan benci pada setiap duri yang anda dapatkan, karena bisa jadi, mawar yang indah akan menjadi pelengkap hidup anda setelahnya.

Jangan mencaci atas derita yang dihamparkan hidup diatas jalan anda, karena kesuksesan yang hakiki tidak selalu berada pada jalur tol kehidupan.

Ketika anda merasa beruntung dalam langkah hidup yg anda tempuh, bisa jadi hidup sedang tersenyum kepada anda, atau memang karena kemampuan anda miliki untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk meraih keberuntungan itu.

Hidup tak selalu berjalan sesuai dengan ingin kita, tapi hidup tak pernah benar-benar menelikung kita dari belakang dan mengabaikan kita.

Selalu percaya, bahwa Allah tidak akan pernah menguji hambaNYA diluar batas kemampuan hambaNYA itu sendiri, jadi ketika kerumitan hidup membentang dihadapan anda, anda harusnya bersyukur bukan malah menjadi kufur, karena disitu Allah masih mau mempercayakan tanggung jawab yg besar dalam kehidupan anda dan Dia (Allah) sangat-sangat tahu bahwa anda akan mampu melewatinya dan menjadi lebih baik karenanya.

Thursday, January 26, 2012

Terimakasih Atas RahmatMU

Zaman telah berubah teman, tapi... apakah zaman akan merubah mu, merubah langkah mu, merubah tujuan hidup mu?? Aku, tidak. Hari ini aku meratapi nasib semua orang, bagaimana mungkin kita lupa kepada sesuatu yang maha segalanya, sedangkan kita selalu mendapatkan karunia, dan nikmatnya, mampukah kita sadar akan hal itu. Bagai mana kalau bumi berhenti berputar, bagai mana kalau matahari tak lagi bersinar, bagai mana kalau udara tak lagi dapat di hirup. Bagaimana? Apa yang dapat kita lakukan? Entahlah, tidak ada satu orangpun yang tahu.
Pagi begitu cerah, secerah yang selalu diberikan oleh Allah, aku tinggal disebuah desa, desa yang cukup asri dan makmur, apa kalian tahu satu hal, di desaku tidak ada orang yang termasuk dalam golongan benar-benar miskin, karena kami hidup makmur dengan hasil pertanian dan pertenakan yang kami miliki. Hidup adalah perjuangan, dan itulah yang aku pelajari disini.
Tapi.., satu hal yang kami lupa , bagaimana cara bersyukur, entah sejak kapan rasa syukur itu telah hilang dari hati kami semua, aku ingat satu hari, dikala aku masih kelas tiga SD, itu terakhir kalinya aku sholat idul fitri di mesjid desaku, terfikir oleh ku, berapa lama kami telah melupakan kewajiban kami, dan bagaimana kami bisa lupa akan semua itu.
Mesjid itu kami bangun sudah sejak lama, mungkin sekitar 12 tahun yang lalu, mesjid yang awalnya benar-benar kami cintai, kami lindungi dan kami rawat, tetapi sekarang..
Mesjid itu memang tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk menampung hampir setengah dari warga desa. Lihatlah di sekeliling mesjid, banyak dedaunan yang berserakan, pasirpun memenuhi lantai mesjid itu, sarang laba-laba hampir menutupi setiap jengkal plafon yang ada, halaman mesjid juga di tumbuhi oleh rerumputan yang hampir menutupi semua tanah yang ada, begitulah kondisi mesjid itu, tak pernah terbayangkan olehku sama sekali.
Aku adalah anak yatim piatu, ayah dan ibu ku telah meninggal sejak umurku 4 tahun mereka meninggal karena kecelakaan lalulintas, semenjak itu aku tinggal dirumah bibi ku, ayah dan ibu pernah berpesan agar kelak aku disekolahkan dipasentren, kedua orang tua ku berharap agar aku menjadi anak yang soleha, dan aku selalu berusaha menjadi seperti itu sampai saat ini.
Masa liburku, ku habiskan tinggal dirumah bibi ku, di kampung halaman ayah dan ibu, dan juga bisa dibilang di kampung halaman ku sendiri.  Hari ini seperti biasa, aku berjalan-jalan pagi di sekitar desa, rindu akan suasana disini, suasana yang sudah lama tidak aku rasakan, langkahku tiba-tiba terhenti, aku melihat bangunan yang tak pernah asing dimataku, walau bentuknya semakin menua. Aku melihat jam di tangan kanan ku, jam itu menunjukan jam 10 pagi, masih sempat, fikir ku.
“bu, apa ibu mau membatu saya membersihkan mesjid??” tanya ku kepada seorang ibu-ibu yang sedang memandikan anaknya.
“aduh, maaf neng!! Saya sedang memandikan anak saya!! ” jawab sang ibu itu
“ kalau begitu, bagaimana setelah memandikan anak ibu ” tanya ku lagi
“maaf neng, tapi.. setelah ibu memandikan anak ibu, ibu akan memasak dan mencuci ” jawab sang ibu dengan alasan yang sangat banyak
“oh..!! tidak apa buk, tapi.. bolehkah saya meminjam sapu dan peralatan kebersihan” tanya ku dengan lembut
“em.., tentu neng !!”
Alasan pasti selalu ada, kegiatan memang menjadi sesuatu hal yang wajib, tetapi.. bagaimana caranya agar kita bisa membagi waktu walau hanya sebentar, satu yang membuat ku bertanya-tanya, bagaimana mungkin ibu itu dan keluarganya tidak pernah mempunyai niat untuk membersihkan mesjid itu, sedangkan mereka memanfaatkan sumur yang ada dimesjid untuk keperluan sehari-hari mereka.
Aku menggambil alat pembersih itu, dan aku langsung segera membersihkan mesjit dengan sangat cepat, aku berharap mesjid ini bisa digunakan untuk sholat zuhur berjamaah.
Aku tahu ini sangat berat bagi ku, tapi.. aku mencoba, walau terasa lelah dan capek, 2 jam sudah aku berkutik dengan bangunan tersebut, dan sekarang semuanya cukup bersih, setidaknya, lebih bersih dari yang semula.
Aku pulang kerumah, dan membersihkan diriku, hendak bersiap sholat berjamaah di mesjit desa. Jam 11.30 wib, aku tiba di mesjit, ketika masuk mesjit aku langsung membaca ayat suci alquran, agar kemudahan selalu berada di didekat kami semua, 30 menit lagi saatnya azan zuhur, baru aku sadar, tidak ada seorang muazin disini, aku bertanya didalam hati, siapa yang akan menjadi muazin, tidak ada satu orang pun yang terlitas difikiran ku, aku seegera keluar mencari seorang laki-laki, disana aku melihat seorang bapak-bapak yang kelihatan terburu-buru
“maaf pak, apa bapak bisa azan sebentar, sekarang hampir masuk waktu zuhur pak, dan tidak ada seorang muazin disini ” kataku menanyakan kepada bapak itu
“maaf nak !! Saya harus buru-buru ke pabrik, ada pertemuan disana, cari orang lain saja ya nak” kata bapak itu menjelaskan, kemudian ia berlalu meninggalkan aku sendirian
Aku melihat lagi 2 orang bapak-bapak, mereka sedang berjalan hendak pergi kesuatu tempat, baju mereka sangat bagus, dan sepertinya mereka ingin pergi kesuatu pertemuan atau kesebuwah acara
“bapak, apa diantara bapak ada yang mau azan, karena sebentar lagi hampir memasuki waktu sholat zuhur ”
“maaf nak, bapak harus segera ke pesta pernikahan, bapak sebagai saksi disana, cari yang lain aja ya !!”, kedua bapak itu juga pergi meninggalkan ku
Apa yang aku lakukan sekarang, sedang waktu yang tersisa hanya 10 menit lagi, aku melihat sekelompok mahasiswa, aku mendekati mereka dan bertanya
“maaf, apa ada salah satu dari kalian yang bisa azan di mesjit, waktu sholat akan segera tiba”
salah satu laki-laki menjawab, “ maaf dik, kami harus segera pergi belajar kelompok, besok kami akan ujian, maaf ya” mereka juga pergi meninggalkan ku.
Aku tahu satu hal, sudah tidak ada waktu yang tersisa lagi, waktu sholat hanya tinggal 5 menit, aku berjalan dengan lemah menuju mesjit, “apa yang terjadi disini”, aku bertanya dalam hati.
Aku terduduk di dalam mesjid dan bersujut, berkata dalam hati “ya... Allah, engkau maha segalanya, kenapa kau jadikan hambamu menjadi seperti ini? Apa yang salah pada kami ya Allah, apa yang salah sehingga kami harus menerima hukuman mu, ya.. Allah, jangan pernah kau hukum kami semua dengan hukuman ini, kuatkanlah hati kami ya.. Allah, kuatkanlah iman kami ya.. Allah, jangan pernah kau palingkan kami dari petunjuk mu ” aku benar-benar merasa kacau, apa yang sedang terjadi, kenapa tidak ada satupun yang mau mengingat Allah, kenapa? Apa ini hukuman yang paling mengerikan yang Allah berikan, hukuman yang membuat kami lupa akan dia, lupa akan kebesarannya.
“Allah...hu..ak..bar allah... hu..ak.. bar”
Suara itu mengagetkan ku, Allah hu akbar ucapku takjup, aku melihat sosok itu, ternyata dia adalah seorang ustad, entah dari mana ustad itu datang. “Engkau maha pengasih lagi maha penyayang ya.. Allah” ucapku dalam hati
Tiba-tiba aku melihat keluar mesjid, subhannallah ucapku penuh takjub, masyarakat desa datang, mereka datang untuk sholat berjamaah, mereka semua telah datang. Terimakasih ya..Allah, terimakasih atas rahmat mu.

NB : yang paling penting dari semuanya adalah ketika hati mu bergetar disaat mendengar nama Allah.

Wednesday, November 30, 2011

HANYA PADAMU


Mataku terpejam tak mau
Anganku berontak tak lesu
Merekat pada ruang kamar
Berkutat pada riuh gaduh angin malam
Meronta lagi getar ini
Mengais lagi rindu bertali

Untukmu kuasah luka
Padamu kuasuh bahagia
Padamu cinta ingin kuakhirkan
Kupercayakan tanpa sebab yg harus diperdebatkan
Hanya padamu, itu saja..

Monday, November 28, 2011

KEBESARAN ILLAHI

Sebuah awalan yg indah dan sungguh diluar bentuk dan rancangan ku, menjadi suatu kejutan yang terbesar selama hidup ku, sesuatu yg sangat besar terjadi.
Sebuah keajaiban dan kebesaran yang telah diberikan kepada ku, sebagi tugas dan tanggungjawab yangg harus kulaksanakan.
Yang aku tahu ini semata-mata bukan hanya untuk diriku sendiri, tetapi untuk kepentingan banyak orang, walau semuanya harus melewati proses yang cukup rumit, dan akan berhadapan dengan ego keserakahan serta ambisi-ambisi tertentu mereka-mereka yangg sangat menginginkannya.
Tekadku sudah bulat.., apapun yang nanti terjadi, aku akan mengawal ini sampai kepada tujuan yang diharapkan, sebesar apapun resiko yang pasti terjadi.
Karena aku sangat yakin ini adalah karya nyata dari-MU kepada umat-MU, sebab berdasarkan pengalaman dan kenyataan, aku masih sangat jauh dari mampu untuk dapat melaksankan hal yang sangat besar seperti ini, besar dengan tanggungjawab dan resiko yang juga sangat besar, walau aku punya bekal pendidikan yang cukup dan segudang pengalaman, aku sangat sadar akan semua itu.
Namun penolakanku malah membuat keputusan itu jadi semakin kuat mengarah kepada ku, walaupun sudah berulang kali aku menolaknya.
Sebuah perubahan baru yang terjadi atas kehendak-MU, tanpa ada sesiapapun yang dapat menggagalkannya.

Hanya dengan sebuah keyakinan;

Yaa ALLAH...Yaa TUHAN ku..., jika ini adalah benar-benar menjadi tanggungjawab ku sebagai bentuk pengabdian bagi kepentingan orang banyak demi kehidupan dan penghidupan yang lebih layak, jadikanlah aku sebaik-baiknya abdi dalam melaksanakan kewajiban tugas dan tanggungjawab ku;

Wahai ENGKAU Yang Maha Kuasa..., aku hanya berharap restu dan ridho dari-MU sebagai kekuatan dalam melaksanakan kewajiban ku, yang sungguh ini diluar kemampuan dan penguasaan ku, aku benar-benar hamba yang sangat lemah;

Wahai ENGKAU Yang Maha Adil..., dengan segala keadilan-MU Yang Maha bijaksana, hamba sangat yakin seyakin-yakinnya, bahwa ENGKAU tidak akan memberikan sebuah tugas dan tanggungjawab yang sangat besar kepada hamba-MU tanpa ENGKAU memberikan kemampuan dalam melaksanakannya, karena hanya ENGKAU-lah Yang Maha Mengetahui segalanya;

Wahai ENGKAU Yang Maha Suci..., bersihkan dan jauhkanlah hati, juga pikiran hamba-MU ini dari ha-hal yang dapat mengotori dan menggagalkan kehendak-MU yang suci ini;

Wahai ENGKAU Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..., jauhkanlah diri hamba-MU ini dari hal yang sangat besar ini, jika hal tersebut dapat menjadikan hamba lupa akan segalanya, biarlah hamba kembali seperti apa adanya, sungguh ini sesuatu yang sangat besar yang hamba takut akan membuat hamba menjadi kufur dan berpaling dari-MU;

Hanya kepada-MU hamba bersujud dan memohon bimbingan dalam kefakiran yang sebenar-benarnya sangat nyata, hamba sangat sadar, tak akan ada hal yang terkecilpun didunia ini yang dapat terjadi tanpa sepengetahuan kehendak dan ijin-MU yaa..ALLAH;
Yaa..ALLAH..Yaa TUHAN ku.., jika ada yang salah yang telah hamba lakukan dalam kekhilafan, biarlah itu akan menjadi azab untuk hamba, segala proses telah hamba laksanakan sebaik mungkin menurut hamba, jika itu salah menurut-MU, hamba mohon berikanlah kemudahan dalam pekerjaan ini, agar semua ini dapat berjalan sampai pada tujuan, berikanlah kekuatan kepada rekan-rekan hamba dalam melakasanakan pekerjaan mereka demi mencapai tujuan yang dimaksud, lindungilah keluarga mereka dari hal-hal yang dapat mempengaruhi pekerjaan mereka, apa yang tidak mereka ketahui dan kesahalannya biarlah menjadi dosa yang akan hamba pertanggungjawabkan diakhir nanti, hamba tidak akan mungkin dapat berjalan sejauh ini tanpa mereka.
Saat ini yang kami nanti hanya satu sentuhan tangan kasih dan kuasa-MU, sehingga semuanya akan berjalan sebagaimana mestinya, hamba sangat percaya
ENGKAU Maha Mengetahui apa yang kami butuhkan saat ini.
Penderitaan, duka, ancaman dan hinaan menjadi hal yang biasa, yang sering kami alami dan menjadi sebuah keindahan tersendiri yang kami syukuri, sebagai bentuk semangat dan kekuatan dalam perjalanan ini.
Sungguh sangat tidak pantas hamba yang hina ini memohon kepada-MU
Yaa...ILLAHI ROBBI, karena ENGKAU telah memberikan segalanya kepada hamba yang tidak pernah mensyukuri rahmat dan karunia-MU, tidak ada sesuatu dzat selain ENGKAU tempat hamba bersandar, selain hanya kepada ENGKAU Yang Maha Besar...ENGKAU Yang Maha Agung*********

DITENGADAH KEDUA TELAPAK TANGAN

Kupasrahkan waktu
dan tiap hembus nafasku
dari segala langkah yang ku tuju

Meski airmata jatuh
tetes tiap tetes basahi pipi
tak akan aku basuh
karena ku tahu pasti
itulah bentuk sebuah hati yang pasrah
akan segala kenaifan yang salah

Kulantunkan do’a-do’a
bertiang tengadah kedua telapak tangan
memohon akan segala kebaikan
Pada Engkau Wahai Sang Maha Bijaksana
memohon kebaikan didunia dan akhirat
memohon ampunan hingga ajal menjerat

Tarling Cirebon "JALUK IMBUH"