Showing posts with label Puisi Galau. Show all posts
Showing posts with label Puisi Galau. Show all posts

Tuesday, December 10, 2013

Adakah Aku Di Hatimu

Adakah aku di hatimu
Memenuhi ruang kalbu
Adakah ukiran namaku
Tertulis atas nama cintamu

Adakah rindu di jiwamu
Membelenggu di langit hatimu
Tercipta aluhan nada syahdu
Membisik ke dalam sukmaku

Adakah aku di sana
Dalam untaian doa
Mengiringi butiran tasbihmu
Tersebut dalam hatimu

Aku tak pernah tahu
Akan semua itu
Hanya tuhan yang mengerti
Dalamnya sebuah Hati

Sunday, December 8, 2013

KHAYALAN

Seandainya aku punya sayap
kan kucoba tukterbang menghampirimu
Seandainya dapat kau rasakan
Tiada lagi kehadiran rasa rindu

Menjerit dan menangis rasa Pilu dan derita
sa'at aku Merintih dan berdoa pada yang kuasa
Dimanapun kau berada aku akan selalu setia'
untuk mengarungi hidup duniaku yang fana..

Seandainya dapat kau dengarkan
Hatiku merintih dan merindu hanya untukmu
Tapi sayang semua itu harus kupendam
dalam relung hati yang paling dalam
meski terkadang hasrat rindu selalu datang'
namun aku tepis dengan membuang sejuta kenangan
yang selalu ada dalam angan angan'''

Wednesday, December 4, 2013

Masih Sang Matahari

Aku masih sang matahari
Yang dulu sinari sang bumi
Sudah lama bumi terbasahi
Dengan guyuran air mata sang matahari

Entahlah sang bumi menyadari
Bahwa matahari pernah coba sinari
Namun awan hitam selimuti
Halangi sinar yang coba menghangati

                                        Aku masih sang matahari
                                        Yang berusaha menyibak sang awan hitam
                                        Entahlah sang bumi mengetahui
                                        Perjuangan sinar terobos awan kelam

Aku masih sang matahari
Yang cukup menyadari
Sinarnya kan terus terhalangi
Hingga sinarku redup di telan malam sunyi

Entahlah siapa yang salah
Matahari atau bumi
Ataukah sang awan yang merasa gagah
Yang pasti aku masih sang matahari

Selamat Tinggal

Kutunggu slalu hadirmu
Dalam beberapa bayang
Seakan selimuti jiwa nelangsa
Pada malam tak bernyawa

Kutunggu slalu kutunggu
Satu waktu sangat dirindu
Dalam peluk peluh basah
Slalu kutunggu tanpa lelah

Meski kadang ku tak tahu
Apakah aku mampu
Hanya satu kuucap untukmu
Saat kutunggu slalu dirimu

Selamat tinggal mimpiku.....

Akan Tetap Ada

Terbangun sejenak dari tidur  yang begitu lama
Hanya karena mimpi yang seolah nyata
Ketakutan ataukah bahagia yang dirasa
Karena cermin menampakan wajah gundah dan suka
Namun benarkah aku lama tidak terbangun
Bak pusara yang kaku terbujur
Benarkah semua itu bunga tidur
Entahlah biar jiwa yang berbicara tentang rasa
Biarkan itu tetap ada
Walau tiada arti bagi bumi yang telah kering
Tak kan kugantung dilangit
Tak kan ku tanam di bumi
Biarkan dia melayang menjemput semua kehampaan

Tak Mampu Dikata

Hanya Tetesan Air Mata
Yang mampu mengungkapkan
Semua kegalauan ini
Sebagai selimut dimalam hari
Tak mampu lagi dikata
Aku harus berbuat apa

Saturday, February 9, 2013

Dari Hatiku Untukmu

Aku tahu..
Tahu bahwa kau belum mempercayaiku
Tahu bahwa kau jelas meragukanku

Aku sadar..
Sadar bahwa kau masih maya
Sadar bahwa akupun masih maya

Aku merasa..
Merasa nyaman dengan kehadiranmu
merasa tentram mendengar tawamu

Aku sakit…
Sakit karena terlalu merindukanmu
sakit karena terlalu memimpikanmu

Aku gila…
Gila karena terlalu mencintaimu
Gila karena terlalu mengharapkanmu

Tapi aku yakin…
Yakin bahwa ini benar adanya
Yakin bahwa aku menyayangimu sepenuhnya

dan aku pun percaya..
Percaya tentang sebuah rasa
percaya tentang sebuah cinta

…dari hatiku, untukmu…

KITA TAK PERNAH SALAH…

Entah apa awalnya,
kita saling mengumpat..
bukan cinta yang membuat kita salah..
diri kitalah yang begitu naif memperebutkan kesalahan..
entah apa..
aku belum mengerti makana dari kata ‘salah’
dan andai kau bisa mendengarku..
saat ini aku bisa berucap :
aku tak salah..
kau tak salah..
kita tak pernah salah..
aku salahkan diriku,
kau salahkan dirimu..
tapi tenanglah sayang..
kau dan aku tak salah..
salahkan saja waktu ;
yang tega menggunjing kita,
mempersulit gerak kita,
meniadakan kau,
dan kita terlepas karenanya..
sekali lagi aku tegaskan..
KITA TAK PERNAH SALAH…
andai bisa kita arahkanwaktu..

Semakin Sayang

Tiba waktuku ungkapkan semua
Perasaanku terhadapmu
Yang selama ini buatku selalu
Merasa berdosa
Maafkan aku telah menyakitimu
Dan membuatmu terluka ......!
Ampuni aku, tlah membuatmu
Hidup dalam spi cemburu

Dan kuakui.... Perselingkuhan ini
Tak menemukan kebahagiaan yang sejati
Namun kini kusadar.....Kesetiaanmu
Membuatku ingin kembali

Sejujurnya kukatakan
Aku semakin sayang kamu
Setulusnya kuberjanji
Aku takkan berpaling lagi

Waktu Antara Kita

Mungkin bibir ini
terlalu cepat mengucap cinta
namun adakah kesalahan
telah mengutuk diriku ?

waktu diantara kita
bukan aturan yang mengukur
tentang kewajaran akan cinta
bila benar hati adalah kunci
dalam buah pemikiran

izinkan aku sejenak merenung
tentang rasa yang ada dalam diriku

Kesedihan Dalam Ruang Rindu

Dinginnya malam menemani hatiku
Yang terselimuti kesedihan akan rindu
Jalan khayalpun berjalan dari satu ke yang lain
Tapi tetap satu tak da yang lain “satu nama.”
Walau sudah kucoba

Gelapnya malam menemani hampanya asaku
Ada ?????? Ga, Ada ??????? Ga, dan tak ada satupun yang pasti
Sunyinya malam menemani heningnya kamarku
Air kerinduan pun mengalir seiring fajar datang menghampiri
Haruskah……. perlukah…….. ??????????????
Pejantan pun berkokok dan kuakhiri episode malam ini seperti malam-malam yang lalu

Kasih

Kasih, kemana kau akan membawa cintamu?
Kasih, mengertikah kau akan diriku?
Andai aku adalah cinta
Akankah kau kasih memberikan sesuatu yang sama itu padaku?
Aku yang menantimu
Dan mungkin, aku juga tak akan memilikimu

Thursday, October 25, 2012

Asa menanti

Entah kemana kukejar rindu
Entah dimana kucurah kalbu
Sekeping hati yang terkoyak
Menangis asa dalam bayanganmu

Dia dan dia...
Yang tlah merenggut setengah hidupku
Kau bawa pergi dalam keterpurukan
Menanti kembali dalam pelukan

Dalam kesendirian kucoba nikmati
Kehancuran hidup ini
Walau duka yang dalam kurasakan pahit
Semanis  madu yang kucicipi


Dalam kepanasan hati ini
Terbakar api cintamu
Kurasakan dingin membeku
Bagai salju selimuti jiwaku

Kisah Penantian

Semilir angin membelai
Menyelusup hati membuai
Sukma terikat terjerat
Terkenang kasih pujaan

Daun daun berguguran
Seiring deras pedih berderai
Semerbak bunga yang mekar
Sewangi kasih tak pernah pudar

Kususun dan akan kuuntai
Tanda cinta yang slalu bergetar
Bisik angin slalu kunanti
Harap berita pujaan hati

Semusim sudah kisah penantian
Habis sudah air mata kerinduan
Namun kekasih tak jua datang
Penuhi janji kesetiaan

Sunday, October 21, 2012

MIMPI YANG HILANG

Dibawah hamparan gelap luas yang bertabur bintang
Aku menatap satu bintang yang paling terang
Aku menatapnya dengan penuh harapan
Seolah itu kau
Yang kini jauh seakan hilang..

Selama ini
Aku mencoba tuk selalu mengerti hatiku
Namun ternyata semua masih semu ku rasakan
Nama yang terukir dalam karang hatiku
Kini seakan terkikis
Oleh ombak yang menghantam..

Aku dan jenuhku, Bersamaan membisu
Terlalu jauh untuk maraih bintang yang sedang ku tatap
Aku dan senyumku
Mengikuti diam termenung
Namun tercipta sebuah mimpi
Yang hilang hanya dalam sekejap

Monday, October 15, 2012

RASA CINTAMU BUKAN UNTUKKU

Hariku kini yang telah lama berlalu
Tuk menggapai asa yang membiru
Lembayung senja kerap menyapaku
Dalam alunan nada kasih yang memilu

Pertemuan itu membuat hati tersipu
Akan tatapan mata yang sedikit sendu
Seakan memelas mengharap sapaku
Namun kembali kuragu akan rasa itu

Ku sadar akan diri yang makin terpaku
Tak pantas lagi mencinta dan dicintamu
Biarlah akan kusimpan rasa itu di qalbu
Bersama sisa rasa yang lama membeku

Wahai bintang di langit yang membiru
Kenapa engkau terdiam dan membisu?
Kenapa kau biarkan redup cahayamu?
Kenapa kau biarkan rasa mengusikku?

Wahai rembulan kenapa bersinar malu?
Hanya cahaya sabit yang menerangiku
Hingga samar mewarnai kehidupanku
Hingga aku larut dalam lamunan semu

Wahai sang mentari, dimanakah sinarmu?
Kau begitu asyik sembunyi di awan kelabu
Hingga lupa melukis indah pelangi untukku
Seakan terobsesi bersama alam fikiranku

Kenapa engkau begitu tak memperdulikanku!
Atau mungkin tak berkenan atas rasa di jiwaku
Atau mungkin ikut berempati akan perasaanku
Atau mungkin rasa itu tak pantas lagi untukku
Berikanlah rasa cinta itu pada mereka selainku

Saturday, October 13, 2012

Bayangan Gelap

Bayangan Hitam,
Serpihan dari gelap Dan angan-angan kelam yang ingin hidup,
Memenjarakan keinginan dalam
Hitam yg ingin menjadi nyata,
Tak tenggelam dalam penat saat mengikuti tingkah yang tak jelas akan masa depan,
Bergumul dengan derita,
Bercumbu dengan matahari tuk membuat kalbu,
Bersenandung dengan siang untuk mengusir malam,
Berlari mengejar cahaya untuk mendapatkan pengakuan diri,
Tak jelas akan masa depan karena tak punya percaya diri,
Tak bebas lepas karena hanya menjadi budak tuan besar,
Selalu berpantomim karena tak tahu arti benar dan salah,
Tak pernah mengenal cinta karena tak punya hati dan rasa,
Bercebur dalam terang untuk membentuk hitam yg lebih pekat,
Seandainya bisa berpikir, berbicara dan bertindak,,,
Apa yang ingin dia lakukan?
Sepertinya lebih baik tidak,
Karena saat dia bisa,
Pasti dia kan bercucuran haru,
Karena dia sadar dan kecewa,
Selama ini dia telah memanen kesalahan berlipat banyak
di atas kebaikan,
Menanamkan dan menumpuk dosa di atas semua hal yg menjadi tiket ke sorga.
Dan mungkin pada akhirnya dia akan menutup drinya dengan cermin,
memantulkan sinar yang melahirkannya,
Tak ingin lagi menjadi bayangan gelap melainkan menampakkan dalam bayangan nyata,
Untuk Menyadarkan daging hidup yg terpancar di cermin itu agar tak memenjarakan gelap dalam diri,
berhenti melukai diri dan menghadirkan kisah cinta kasih dalam pijar yang sejati.
Dan kusadari apapun yang saat ini terjadi
hanyalah bayangan nyata tentang keabadain di masa mendatang,
mungkin terlalu gampang mengatakan itu,
mungkin terlalu sulit menjabarkan itu,
tetapi biarlah bayangan hitam itu pergi bersama hembusan angin
sehingga bisa kulihat cahaya terang yang akan menuntunku pada kebenaran sejati.

Friday, October 12, 2012

kesalahan

berbincang dalam diam tanpa percakapan, namun keyakinanmu yang terlalu kuat membuatku menjelma ragu yang tercekat
yakin segala muram selalu menyamar keindahan
segala penat menjelma kemudahan
tak berarti apa-apa, selalu saja aku... aku bertekuk lutut pada kesalahan demi kesalahan

semoga hari ini lebih baik

Galau

Hari ini tak seperti hari kemarin
hari ini ada berjuta kegundahan yg membelenggu hatiku


Ada beribu kekalutan yang menghancurkan damaiku

Rasanya hari ini
ku ingin bertanya pada hatiku
ada apa dengan ku??
tapi tak ada jawabnya, hatiku hanya terdiam, menatap segala keluh kesah yangtercipta hari ini.


jika bisa aku menangis mungkin air mata akan mengalir dan berteriak mengungkapkan segala rasa yang ada.

Namun
Lemah ragaku terjerat sepi

senyum hanya mimpi yang tak nyata

Hari ini
sungguh ku merasa hilang
Tak terungkap sedikitpun tentang perasaanku


Hanya sendu dan rintihan sepi yang menyelimuti hatiini
sunggu ku tak mengerti…

Monday, October 8, 2012

Begitu Katamu Selalu..

Dalam kitab hatiku, ada sebuah chapter tentangmu..
Yang masih akan terus kutulis, hari lepas hari..
Tentang perkenalan kita, tentang sebuah perjumpaan, tentang ribuan kata yang terketik sarat makna..
tentang bilur-bilur rasa yang tersemat, tentang mimpi yang kita gantung pada langit-langit istana jingga..
Tentang harap yang kita hembuskan..
Menghardik nestapa dengan gemulainya..
Mengisi rongga-rongga hampa dengan seksama..
Setiap kugoreskan namamu pada buku itu,
Kutitipkan sebuah asa …
Yang menari-nari menanti tertambat..
Yang semakin hari, semakin ingin kupercaya
Pantaskah untuk kita rengkuh..
Adakah suatu hari..
Namamu boleh kurangkai dengan namaku..
Atas jawaban untuk  setiap doa-doa yang terpanjatkan…
Tetaplah berharap.. Tetaplah percaya..
Berdua kita akan  menjemput mimpi..
Begitu katamu selalu..
Tinta emas dan tinta perak silih berganti
merekam berbagai peristiwa dan kebersamaan yang telah terlalui..
Kau dengan tenangmu,
Tercatat mampu mengukir jejak tiap lembarnya dengan pasti..
Meski semua masih tanda tanya..
Kemanakah rasa ini akan bermuara..
Meski  tak ada yang dapat menjawabnya..
Akankah senyum dan tawa saja..
Jangankah juga luruh air mata..
Yang menutup kisah..
Tetaplah berharap.. Tetaplah percaya..
Begitu katamu selalu.. selalu..
Hanya sebuah keputusan..
Entah suatu hari cinta ini teringkari atau tidak..
Hanya sebuah keputusan..
Untuk mencintaimu..
Sejak kata-katamu pertama kali menyentuh indraku..
Hingga penantianku usai..
Entah kapan..
Biar waktu menyerahkan takdirnya ..
Tetaplah berharap.. Tetaplah percaya..
Begitu katamu selalu..

Tarling Cirebon "JALUK IMBUH"